Cara Merawat Merpati Balap Bertelur Hingga Menetas

Posted on

Perawatan burung merpati balap bertelur hingga menetas. Pada ketika sarang sudah siap (selesai dibangun) dan burung merpati menunggu peneluran pertama, burung merpati jantan kadang mengusir burung merpati betina secara kasar.

Tampaknya sang merpati jantan cemburu kepada sang merpati betina dan mengusiknya supaya tidak tenang dengan cara mengikuti betinanya kemana saja, sehingga burung merpati betina itu hampir-hampir tidak mempunyai kesempatan untuk makan ataupun minum. Setelah burung merpati betina bertelur maka siap burung merpati jantan itu pun menghilang.

Cara Merawat Merpati Balap Bertelur Hingga Menetas

Dalam sekali pengeraman burung merpati hanya bertelur sebanyak 2 butir telur. Telur pertama muncul hampir bersamaan dengan selesainya pembuatan sarang. Umumnya itu terjadi pada waktu sore hari. Burung merpati betina mulai mengerami telur ini secara setengah-setengah.

Pengeraman telur sepenuhnya dimuali setelah telur kedua keluar. Dan hal ini biasanya terjadi dua hari kemudian. Kedua induknya mengerami telur, akan tetapi burung merpati betina mengerami telurnya lebih lama. Burung merpati betina mengerami telur pada malam hari (dimulai dari sore hari hingga keesokan harinya) dan burung merpati jantan pada siang harinya (pagi hari sampai sore hari).

Telur tidak pernah dibiarkan tidak dierami untuk beberapa menit, jika sampai telur dibiarkan tinggal lama dan menjadi dingin maka embrio yang ada didalam telur akan mati dan telur tidak akan bisa menetas.

Baca juga : Ciri Merpati Tinggian Stut Kencang yang Berkualitas Juara

Pengeraman berjalan selam 17 sampai 19 hari, tergantung keadaan suhu udara. Setelah telur dierami beberapa hari apabila pembuahan berjalan baik dan ada perkembangan embrio di dalamnya, maka warna telur yang semula berwarna putih, akan berubah warna menjadi gelap (abu-abu biru).

Dalam masa pengeraman telur ini burung merpati perlu mendapat kesempatan untuk mandi, sebab kelembapan yang dibawa oleh bulu burung merpati sewaktu mengeram akan membuat kulit telur menjadi lunak dan bisa dipecah, sehingga anak burung merpati mampu memecah kulit telur pada saatnya ia harus keluar atau menetas.

Anakan burung merpati merupakan makhluk yang lemah, berbeda dengan anak ayam atau anak burung puyuh. Akan tetapi dalam beberapa minggu saja, anak burung yang sebesar jempol tangan kita itu akan menjadi burung merpati yang telah berbulu penuh dan besarnya sama dengan burung yang telah dewasa.

Sewaktu keluar dari telur anakan burung merpati itu buta dan sangat lemah, sehingga tidak kuat untuk mengangkat kepalanya untuk mencari makanan. Induk yang kebetulan mengerami (memanasi) anaknya akan segera tahu hal ini dan mulai memberinya makan atau melolohi.

Baca juga : Perawatan Merpati Kolongan Menjelang Lomba

Anak burung merpati mendapat makanan dengan cara diberi cairan dari tembolok induknya. Menjelang telur menetas, cairan untuk memberi makan anak-anak burung merpati ini akan muncul dalam tembolok induknya, dan si induk akan memuntahkan cairan tersebut serta memompakannya kemulut anak burung merpati yang dimasukkan keparuh induknya.

Setelah anakan burung merpati berumur seminggu maka pemberian jumlah cairan akan dikurangi, dan akan diganti dengan memberi makanan yang lebih keras, untuk akhirnya mendapatkan makanan yang keras seperti bijian yang dimakan oleh induknya.

Demikian cara merawat merpati balap saat bertelur hingga menetas yang dapat Pawangkicau.com berikan, semoga dapat bermanfaat. Terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *